Showing posts with label Sigh. Show all posts
Showing posts with label Sigh. Show all posts

Tuesday, July 14, 2020

About Idol Marriage

I'm always sad whenever my idols get married.

Some people often consider it as pathetic, sad, or "halu". The most common argument that they use are:
1. Like you have a chance with her
2. You should be happy for her

My reason is actually completely logical. The one that "halu" is actually those people.

Let take Kana Hanazawa as example, a seiyuu idol, which she got married recently (sad noises). In my mind, there are two parts of Her:
1. Kanahana as entertainer
2. Kanahana as a person

Everything that can be consumed by public, whether it's her voice acting, singing, acting, even tweeting or any activity that known by public, are done by Kanahana as entertainer (no 1). This Kanahana is "owned" by public. You are free to praise her for her work, or criticize, or love her, whatever. That's how it's supposed to be.

The second part of her is Kanahana as a person. This side is unknown to public. We don't "own" this Kanahana, and we know nothing about it. She can be married to anyone, she can have completely different personality, she can do whatever she wants really. We, don't have any rights to do anything about this Kanahana. Some people like to pry to this part, then judge her for that. I'm not like that, I'm not "halu"

Then, why I am sad when her got married?
It's simply because my egoistic side as a fan. It's common that when people are married especially in Japan, they will take less work. They focus will be shifted from work to family.

In short, less Kanahana as entertainer, more Kanahana as a person.

My portion of Kanahana that I "owned" is reduced. Less content of her that I can enjoy. Furthermore, the marriage probably will affect the Kanahana as entertainer. Maybe it will be affecting her interaction with her friends. Not because she want to change, but you cannot joke about yuri anymore once you married right? Not only the portion is reduced, the content will probably changed also. Some content that I might love so much from her.

So, regarding the common arguments from people that judge people that sad when their idol is getting married,

1. Like you have a chance with her
I don't. I know from beginning. Marriage belong to Kanahana as person, which I don't touch from beginning. How about you?

2. You should be happy for her
I'm her fan, not her mom. I don't act like I have any personal relation with her. How about you?



Sunday, April 26, 2020

Get Soo Sored That Doing Boring Stuff Seems Fun

So this video was on my recommendation and I watched it because it gave more dopamine than the thing that I should do.


What is Dopamine?

Dopamine is what makes us desire things. That desire gives us motivation to get up and do stuff. Motivation come from how brain expecting how much amount of dopamine it will get after did certain things.

Easy Work and Hard Work

"Easy" work such as playing games, checking phone, internet release high amount of dopamine
"Hard" work such as working, reading, release less dopamine

How Dopamine Addiction Destroys You

On the experiment on a rat:
  1. When exposed to high level amount of dopamine each time it pulled a lever, the rat did not want to do anything else rather than pulling the lever until it died of exhaustion
  2. When the dopamine was blocked, the rat lost will to life and did not want to walk to get food (but still will eat if the food is in front of the rat)
Point 1
Brain does not care whether the activity is bad or good as long as it get dopamine

Point 2
Homeostasis
When brain is exposed to high amount of dopamine regularly, that amount become the new standard.
Lost motivation to do all things that do not give high amount of dopamine

Dopamine detox

1. For 1 whole day, have as little fun as possible
2. For a certain day in a week, do not do thing that give you most dopamine
3. Always do the thing that give the least amount of dopamine first, and treat high dopamine activities as a reward at the end of the day. Ratio 4:1 
4. Change the easy work that harms you, such as porn to something that less harmful


Application

Easy work
  1. Youtube
  2. Game
  3. Twitter, FB, IG
  4. Anime
  5. Overeating 
Hard work
  1. Sate
  2. Working
  3. Reading good books
  4. Self reflection, writing
  5. Do things from the to do list
  6. Learning new language 
Detox
  1. Every Sunday, do not do any easy works and do the hard works
  2. Sate every morning, working, then do easy work as a reward for 3 hours



Wednesday, February 19, 2020

I Hate Rain

Have I told you? I hate rain.

When you use face mask, then glasses, then helmet, it gets really foggy when it rains.

Water droplets on the helmet obscure my sight.

I can only see with 30% clarity of my surroundings.


If the traffic allows, I just guess the condition around me, while hoping I will not get hit.

If the traffic is bad, and I need to see, I will open my helmet a little to clear the fog.

When I opened it too wide, the water will get to my glasses thenI cannot see.

I can take off my glasses, but then I will have to drive with poor eyesight.

Plus the water will get in my eyes.


So my best bet is just settle with 30% clarity.

It sucks.

Wednesday, October 16, 2019

Sampah Draft - 2014 - Untukmu

Cinta menimbulkan rasa rindu
Namun kau tahu ada  hal yang salah
Saat kau rindu untuk jatuh cinta
Mungkin penerimanya tidak berbeda

Atau hanya sifat bukan muka
Dan ku tak tahu mengapa
Kurindukan senyummu, ketulusanmu, pengorbananmu
Keinginan untuk membahagiakan orang lain 

Meskipun diri sendiri merasa perih
Bukan ku ingin kau sakit
Hanya hatimu terlihat asing
Dengan segala tingkah yang tampak

Sungguh lebih tentram senyum yang indah
Dibanding kesinisan dan sindiran
Sungguh lebih elok memuja teman
Dibanding bersekutu dengan si jahat

Dan aku, masih, kalau tidak selalu
Punya harapan akan hari depan
Suatu hari di mana kau dan aku
Bersatu

Entah aku yang terlalu konyol
Atau memang manusia demikian
Kita selalu butuh hal menyenangkan untuk ditunggu, kan?
Ku harap aku memenuhi syarat

Atau berubah menjadinya
Entah melalui jalan seperti apa

Sampah Draft - 2014 - Syndrome

Sabtu, 30 Agustus 2014. Saya memacu motor saya menuju depok untuk menghadiri acara PSB. Ah, PSB. Rasanya seperti baru seminggu lalu, ternyata sudah sembilan hari. Acaranya diadakan pada malam hari, sementara saya hampir selalu ke depok pada pagi hari. Malam minggu. Pasti macet, terutama di daerah Pondok Indah yang merupakan tujuan bergengsi anak-anak muda yang terbutakan kesepian. Daripada macet, dan mau jemput orang ke kutek juga, saya memutuskan untuk melalui jalan asep yang memang berujung di daerah kukusan. Baru saat sampai di daerah yang menuju Pamulang, saya menyadari kesalahan saya.

Namanya saja Pamulang. Pasti dipenuhi orang-orang yang Mau Pulang (zzz). Macet berkilo-kilo meter dan barbar. Daripada saya ikutan barbar dan merusak baju dengan keringat, saya memutuskan untuk bersabar saja. Hmm..enaknya ngapain ya. Mau dengar musik, headsetnya di dalam tas. Mau main dota, ga bawa laptop. Ya untuk apa juga acara PSB bawa laptop, kan? Akhirnya saya memutuskan untuk bermain dengan salah satu media hiburan alami yang dimiliki manusia. Imajinasi.
Spongebob.

Imajinasi saya seperti kebanyakan pria berusia 22 tahun yang dipenuhi berbagai hawa nafsu lainnya. Menjadi superhero. Keren. Saya membayangkan seekor kura-kura menawari saya sebuah kekuatan yang tidak bisa diubah lagi. Hum..pilihan sulit. Kemungkinan tak terbatas dan hanya bisa memilih sekali seumur hidup selalu menjadi pilihan yang sulit. Misalnya memilih istri. Eh itu pilihannya terbatas deh. Terbatas muka sendiri. Hiks. Balik ke masalah superhero, saya selalu tertarik dengan kekuatan menciptakan sesuatu. Api, air, metal, apapun. Dibanding kekuatan menghilang yang paling hanya digunakan di ruang ganti wanita.

Semburan asap hitam dari bis di depan membuyarkan saya, membuat saya melihat dunia nyata sekeliling saya. Untuk apa bisa mengasilkan api di dunia seperti ini? Korek api banyak. Karena kura-kura ini tidak memberi batasan, sebaiknya saya memilih kekuatan yang berharga. Menghasilkan uang misalnya? Ah, tapi uang yang dianggap sah kan harus dibuat oleh lembaga yang resmi. Bila saya menghasilkan sendiri, sama saja dengan uang palsu yang tidak berharga. Hmm sesuatu yang lebih mudah, kekuatan menghasilkan emas? Ya! Pasti menyenangkan bisa menghasilkan emas yang 1 gram saja sudah ratusan ribu. Tapi, bila saya punya kekuatan menghasilkan emas, tentu emas menjadi melimpah, dan sesuai hukum Faraday, harga suatu barang akan jatuh bila jumlahnya banyak. Bisa-bisa emas saya hanya menjadi batuan di pinggir jalan!
Kekuatan menciptakan mesin? Pasti menyenangkan bisa membuat roket dan robot tempur. Tapi mesin itu rakitan manusia, bukan serta merta diciptakan seperti api atau emas. Kurang seru sepertinya. Lalu memikirkan Julia Perez yang melakukan ice bucket challenge

Duh, saya melamun! Untung saya menghentikan lamunan saya sebelum air itu menyentuh kaos putihnya. Daripada kau terkejut ketika mengalaminya sendiri, lebih baik ku beri tahu sekarang: kau bisa melamun ketika sedang melamun.

Sudden Update

I am in the middle of working ffs.

I am always easily distracted am I, even right now.
The thought of opening this blog came because of...I can't remember dammit.
My attention span is that low.

Anyway, I read two of my old post regarding the 2019 resolution and 101 reasons why I am good for nothing.
Really glad to update some of it. Those updated points were a big concern for me before, but I managed to change it without even realizing it.

Thank you God, really.

I am glad I wrote those things in my blog so I can see the progress.

Wednesday, June 1, 2016

Rasa Dalam Vakum

Keadaan adalah penipu ulung
Kenyamanan dapat ditemukan di dalamnya, menutupi realita di luar sana
Mereka mengikatmu kuat, menutup mata, mematikan indra
Bujuk rayunya menahanmu di tempat

Sekedar perasaan datang
Menjemput luka dibalut kain perca
Pun membungkus keajaiban di antaranya

Namun, rasa yang ada dalam hampa
Rasa yang di sana tanpa bertegur sapa
Terlalu kuat tuk lenyap, terlalu jujur tuk disangkal

Kembalinya sang surya dapat menggolakan bara
Pun memadamkannya dengan perubahan
Namun tanpa kehadirannya, selalu ada hati yang menahun

Monday, April 6, 2015

Make a note!

Post terakhir tanggal 26 September 2014. Sekarang tanggal 6 April 2015, berarti udah kira-kira 190 hari ga diupdate. Well, good job me! Not because I am lazy, which I am, but because I am not really proud of what I have done lately. Kayaknya cuma kesalahan demi kesalahan yang gue buat. Tapi itu ga penting lah. Ga ada kesalahan yang ga bisa diperbaiki. Kayaknya.

Mungkin kita sering banget denger kalimat-kalimat di bawah ini:
“Gue ga betah banget sama kerjaan gue”
“Orang tua gue ga pengertian banget”
“Kok temen gue bisa-bisanya ya gituin gue”
Dan keadaan-keadaan lainnya yang membuat kita berada di situasi yang ga enak banget. Well, beberapa keadaan emang bisa kita ubah. Tapi, misalnya masalah kerjaan, kalo terikat kontrak? Masalah ortu, kalo ortunya keras? Masalah temen, kalo temen itu adalah orang yang kalian temui setiap hari?
Well suck, nothing we can do, let’s sleep all day then.

Becanda, selalu ada yang bisa dilakuin. Make a note! Setiap kali ada kondisi yang ga enak, catet aja. Ingatan manusia itu cupu banget, seringkali lupa. Trus guna catetannya apa? Ambil pelajaran, tulis poin-poinnya. Jadi suatu saat kalian bisa baca catatan-catatan kalian dan inget, misalnya ga suka kerjaan yang berhubungan dengan duit, ya next time kalo cari kerja jangan di posisi yang berhubungan dengan duit. Kalo sekarang aja ga betah terus nunggu kontrak abis terus pindahnya ke bagian finance terus ga betah lagi, salah siapa? Kalo ga suka sama orang, tulis apa yang kita ga suka, jadi kita bisa jaga diri supaya ga seperti orang itu, supaya kita ga bikin kesel orang lain dengan bersikap seperti itu. Bisa jadi catetan itu bikin kita malu sendiri, ketika di masa depan kita jadi serupa dengan orang yang kita ga suka. Kayak kata pepatah, “Don’t kill the bitch with fire, use it to prevent yourself become a bitch”

Ada kali pepatah kayak gitu.

Masalah ortu, kita pasti sayang banget lah sama ortu. Pasti. Tapi kita kadang sadar ada yang salah. Misalnya nih ya, mungkin saking sayangnya, dari kecil ortu selalu ngelarang kalian ngapa-ngapain. Mungkin tujuannya baik, supaya kalian ga melakukan hal bodoh di usia kalian yang rentan. Tapi kalimat yang digunain adalah “kamu ga bisa”. Terus di saat kekinian kalian sadar kenapa kalian ga percaya diri dan jadi takut ngelakuin hal-hal yang baru. Itu satu contoh aja. Contoh lain misalnya kalian dari kecil dibiasain makan ga habis, atau kurang pergaulan karena ga boleh kemana-mana, atau curigaan sama orang karena ortu kalian selalu memperingatkan kalian hal-hal yang kalin sadari berlebihan, seakan-akan semua orang jahat atau bahaya ada dimana-mana.

Coba analisis dimana kesalahan ortu dalam menunjukan kasih sayangnya itu, Catet, dan jadilah orang tua yang baik di masa depan. Kalo emang keadaan kita udah terlanjur basah, seenggaknya kita bisa mencegah anak kita (iya, anak kita :p) buat mengalami hal seperti itu juga. Emang sih kita ga bakal jadi orangtua yang sempurna juga, pasti banyak salahnya, tapi seengaknya bisa mencegah kesalahan yang satu itu. Dengan mengurangi satu kesalahan, kita udah bisa disebut lebih baik kan? Hehe.


Udah itu aja. You are not a tree, if you don’t like with your current condition, change it! Kita punya gerak aktif, bukan gerak pasif seperti daun yang tertiup angin. Dan saat ini adalah saat dimana kita menyadari bahwa perbedaan gerak aktif dan gerak pasif yang dipelajari di biologi SD akhirnya ada gunanya juga. Kalo emang ga memungkinkan ubah sekarang, ubahlah masa depan. Make a note, be the better you!

Friday, September 26, 2014

78 degrees

Hai teman. Masih ingatkah kalian dengan tempat yang bernama kutek? Kalau kalian bukan Linarty, tentu masih ingat. Malam ini saya akan bercerita tentang sebuah tempat di kutek. Dari pintu kutek, beloklah ke kiri. Jalan terus sampai kalian menemukan sebuah warung yang dijaga seorang ibu. Di tempat itulah cerita ini bermula.

Si ibu, yang saya tidak tahu namanya, berwajah ramah, humoris, enak diajak ngobrol. Awalnya setiap bertemu saya, si ibu selalu minta diajarkan cara menyebutkan 78 degrees, nama sebuah produk minuman kopi. Setiap saya membeli sesuatu di sana, pasti diselingi obrolan-obrolan ringan. Tidak jarang beliau menanyakan kabar saya. Tentang ujian, tentang libur, tentang skripsi, tentang sidang. Hal itu cukup membuat saya berpikir, ibu ini terlalu tahu. Seakan mengerti betul kegiatan dan aktivitas mahasiswa. Namun saya menduga informasi-informasi tersebut didapatkan dari anak-anak lain yang berbelanja sambil mengobrol, seperti saya.

Akhirnya jawaban itu saya dapatkan berkat hujan. Ya, ketika saya sedang berada di warung tersebut, hujan lebat turun dengan…hmm..lebatnya. Memaksa saya berteduh sekaligus mendapatkan banyak waktu berbincang-bincang dengan si ibu lucu ini. Tak heran kalau beliau tahu persis aktivitas mahasiswa, karena ternyata beliau mempunyai seorang anak lelaki yang juga berkuliah. Ketika saya menanyakan universitasnya, beliau menunjuk ke arah depan, tepat di arah universitas saya berada. Universitas Indonesia. Belum habis rasa kaget saya, fakta-fakta lainnya bermunculan cepat bagaikan gelembung panas yang keluar dari perut bumi (oke, berlebihan). Anak beliau mengambil salah satu jurusan di Fakultas Teknik, angkatan 2006, berarti sudah lulus sekitar empat tahun lalu. Sekarang sudah bekerja beberapa lama, bahkan sempat bekerja di luar negeri!

Sebagai salah satu anggota masyarakat yang tidak sempurna, saya mengakui bahwa awalnya saya tidak menyangka kalau ibu warung ini mempunyai anak seorang sarjana yang bekerja di luar negeri. Saat menceritakan anaknya, terlihat sekali rasa bangga dan cinta terhadap anaknya. Saya pun mulai berpikir, jangan-jangan ibu ini membuka warung hanya untuk mencari kegiatan. Beginilah kira-kira jawaban beliau:

“Nggak, ibu jualan serius. Kalo ibu masih bisa sendiri ibu ga mau nerima dari anak.”

Ya, itulah seorang ibu. Tidak ada yang bisa menandingi ketulusan seorang ibu. Bukan hanya merawat anaknya dari kecil, bahkan ketika anknya sudah sukses pun sang ibu tetap tidak mau merepotkan. Bila ada yang berpikir orang tua menyekolahkan anak sebagai investasi agar kelak si anak bisa membiayai orangtuanya, itu salah. Mereka benar-benar tulus. Mereka senang melihat kita senang. Dan tetap menerima kita sebagaimana pun terpuruknya kita. Teringat sebuah kutipan kata-kata pemilik warkop di kutek yang senang berjudi:

“Mau gimana pun keluarga yang terutama. Temen-temen kita mungkin ada buat seneng-seneng. Tapi kalo kita ga punya apa-apa? Kemana lagi selain pulang”

Ibu itu sendirian. Ketika saya menanyakan tentang suaminya, beliau menolak membicarakan hal tersebut. Kehidupannya yang sederhana, sendirian, tidak mengurangi rasa bangga dan rasa bahagia yang terpancar di kedua matanya ketika membicarakan anaknya.


Bukankah sangat mudah membuat mereka bahagia? Orangtua mu, atau siapa pun yang menjadi keluargamu, tempatmu pulang, mereka bahagia ketika kalian bahagia. Bergiatlah dalam kehidupan kalian, teman, karena kebahagiaan mereka di tangan kalian.

Thursday, April 24, 2014

Harus banget ya diketik sekarang?

Ini bukan tentang rasa ingin menguasai. Untuk saya, masalah ini murni perihal kepercayaan diri. Pernah ga sih kalian nemuin orang yang lagi dipukulin orang lain. Kalian ngebantu orang itu dengan terjun ke tengah-tengah perkelahian. Tapi ternyata orang yang digebukin itu Brock Lesnar.



Yaelah, bantuan lo cemen banget bro!

Atau mungkin lebih tepat, yang digebukin ini adalah seorang yang lo kenal. Terus yang bantuin tetep Brock Lesnar.

Yaelah, bantuan lo cemen banget bro!

Lebih tepat lagi, bukan sekedar seorang yang lo kenal, tapi seorang yang berarti buat lo.
Well, good luck, now you can’t think of her without thinking of Brock Lesnar too.

Yaelah, udah cemen, takut sama Brock Lesnar?


Bukannya tadi udah dibilang? Ini masalah kepercayaan diri. Kalo minus masalah itu, mungkin Brock Lesnar ternyata cuma orang biasa. Tapi gimana ga kurang percaya diri, seorang itu terlalu keren sih.

Sunday, March 23, 2014

Set Me Free!

Gue capek buang-buang waktu

Takut

Capek

Ga tenang juga

Gue capek jadi orang males. Capek selalu ga ada waktu buat apapun. Capek ngerjain hal-hal yang ga berguna.

KOMITMEN

Setelah post ini. Gue berharap bisa berubah. Bisa rajin. Ga nunda sedikit pun. Langsung kerjain. Ga kompromi. Sediain waktu, bukan nyisain waktu.

Please. Jangan kecewain masa depan lo.


Tuesday, March 11, 2014

Bukan sajak

Warna apa yang bisa digunain sendiri?
Bisa mungkin
Tapi siapa yang tahan?

Ikan juga
Sendiri bisa mati
Semut yang bodoh pun tau yang terbaik

Tembok batin berpendapat
Katanya uji aja minta kejar
Toh bisa cari matahari lain

Bisa? Redup bisa
Satu aja gerhana
Maklum lalat dimana-mana

 Segapenting apapun matahari
Harus dicari
Walau kadang pengen juga dicari

Daripada mati

Saturday, March 8, 2014

Lagi Dimana?

Hal tersulit dari menjauh sama orang yang tadinya deket adalah ketidaktahuan. Biasanya lo tau hal-hal tentang orang itu, tapi sekarang ga lagi. Cuma bisa denger dari orang-orang, socmed--dan hal yang lo dengar bakal kerasa asing. Bikin lo semakin yakin, kalo kalian jauh.

Ga ngerti, ketika biasanya ngerti.

Ga nyaman, ketika biasanya nyaman.

I hate myself for being like this.

Friday, March 7, 2014

Milestone 1: Bye Old Blog!

And thats all the words from my old blog. Will create new post from now. Thanks raksasa kecil, bye!

Pindah Rumah

Blog ini pindahan (dan lanjutan) dari sendokberlubang.blogspot.com. Lupa password maap, jaman 2011. Waktu masih bisa dikategorikan maba. Waktu kalo disapa orang ga dikenal tinggal bilang "hai kak" beres. Kalo sekarang disapa jawabnya cuma bisa "hai" aja, secara angkatan paling tua hiks. Kan cuma satu kata gitu jawabnya nanti dikira somboong. Eh beberapa minggu yang lalu disapa orang yang bener-bener gue ga kenal sama sekali loh. Manggilnya "dio" lagi jadi ga mungkin salah orang. Duh. Ga ada ide itu orang manaa. 

Jadi hilang fokus.

Back to the track, sebenernya isi dari  blog sebelumnya kebanyakan udah ga valid. Galauan orang muda gitu. Sekarang perasaan berubah. Orang berubah. Keadaan berubah. Tapi La Senza masih aja ga suitable buat cowok belanja. 
Sayang aja gitu tulisan yang pernah ke publish dibuang-buang. Siapa tau kangen, dan tulisan itu bisa jadi mesin waktu kecil yang menyegarkan. 

Dream Diary 2025

Date: 20250103 Note: Lagi sakit kepala, minum obat terus tidur dari jam 21:00 sampai 05:40 Dream: Mimpi pertama Aku lagi nonton tv, lalu no...